Karya

Aku Ibu Kamu

Apa kabarmu nak? Harapan yang ada dibenak pikiranku semoga selalu baik-baik saja disana. Nak, melalui surat ini ibu ingin menuliskan beberapa pertanyaan yang mungkin kamu akan mengetahui sendiri jawabannya. Aku ibu yang tidak sering ingat apakah kamu dalam keadaan tidak baik, khawatir apakah perut kamu tidak kelaparan, apakah kamu menjadi anak yang berkonsentarsi ketika belajar, gelisah ketika kamu tidak bisa tidur dengan nyaman, mengerti tidak banyak menuntut bekerja disaat persediaan uang recehmu mulai bersisa tinggal berkeping-keping.


Bagaimana perasaanmu nak setelah mengetahui bahwa memiliki ibu seperti aku? Nak, kalau boleh sedikit aku cerita sesuai pengalaman. Saat aku hamil membawa janin di dalam kandungan perut merupakan beban sehingga aku tidak bebas bergerak. Tapi lebih berat ketika aku melahirkan dengan memberi kamu kesempatan hidup di dunia. Sampai jika aku salah mengikuti prosedur nyawa aku bisa hilang. Aku merasa sangat hina dan berdosa ketika aku memilih tidak bersedia memberikan air susu kepadamu, aku melepaskan semua tugas yang seharusnya aku jalani. Aku tidak mengasuh, membimbing, memberi kasih sayang, dan memberikan banyak lagi perhatian yang seharusnya kamu dapatkan nak.. sekarang aku merasa belum menjadi ibu yang mampu melaksanakan tugas  kepada anaknya, mendapat pekerjaan yang layak untuk menghidupi keluarga anak-anak termasuk kamu. Tapi ibu terus mencoba berusaha melakukan segala sesuatu sesuai kemampuanku, tentunya restu dari bapak, kakak, adik, terutama kamu.

Kapan kamu harus berhenti bekerja? Aku sering merasa bersalah ketika melihat anak-anak yang masih kecil seharusnya dilindungi, tetapi malah dituntut bekerja di jalan raya. Betapa tergerus hatiku ternyata melihat kamu yang sudah lelah bersekolah tetapi terus berjuang mendapatkan haknya berupa uang jajan. Melalui bernyanyi di jalan raya menggunakan cara dengan memadukan suara tangan, tutup botol, atau gitar yang terlihat  mulai rusak dan warna catnya sudah pudar. Fungsinya saja sudah berubah menjadi tabungan keluarga yang disimpan diantara senar-senar yang terlihat seakan-akan menyuruhnya putus dari bagian gitar karena kamu sering memaksa mengeluarkan uang yang jumlahnya tidak banyak. Bahkan ketika kamu merasa kesal dan capek tidak mendapat uang receh sekalipun, kamu sering membanting gitar yang tidak jauh lebih kecil dari tubuhmu nak..
Aku baru mengetahui secara tidak langsung dari banyak  orang yang membicarakan ternyata kamu anak yang tampan, santun dan berprestasi. Mulai sekarang aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan kebaikan hidup kamu dengan menyuruh dan meminta kamu mencari harta. Karena aku menyadari itu bukan bagian dari tugas kamu yang seharusnya bersekolah dan bermain. Melalui surat ini aku memohon maaf karena telah lalai membiarkan kamu bekerja. Semoga kamu selamat sampai tujuan menuju gerbang pendidikan hingga tercapai cita-cita yang diinginkan. Selamat jalan nak, ibu selalu mendo’akan semoga kamu bahagia hidup di dunia hingga akhirat, mendapat kelancaran ketika belajar. Aku harap kamu mau memaafkan. Ini aku ibu kamu

*surat ditulis ketika anak bersiap berangkat sekolah&berharap dibaca setelah pulang

Bagaimana jika cerita di atas malah sebaliknya ditunjukkan dari anak untuk ibunya? Nah.. buku di atas merupakan kumpulan cerita melalui surat yang ditulis gabungan beberapa penulis termasuk aku. Ayo beramal dengan membeli buku ini!!
  • Harganya tidak lebih dari Rp50.000,- 
  • Bisa dipesan mulai tanggal 10 januari 2012 via online ke email  send@nulisbuku.com
  • Berapapun royaltinya akan disumbangkan untuk breast cancer fighters melalui lembaga yang akan diberitahukan kemudian.
semakin banyak buku yang terjual, semakin banyak juga yang dapat kita berikan, terima kasih.





















Vokalis Kerispatih Vs Narkoba

Tidak semua orang hidupnya tidak ingin dipuji, bukan butuh penghargaan, atau bahkan karyanya ingin tidak diakui. Aku pikir itu termasuk orang yang tidak lebih dari bukan menghargai karya dirinya. Ada penjual tentu ada pembeli, ada penulis pasti ada pembaca. Begitu juga dengan penyanyi, kehadirannya pasti dielu-elukan oleh sekelompok orang pendengar tertentu yang mengaguminya.  Seperti anak dalam masa proses tumbuh kembangnya yang sangat peka untuk diberikan rangsangan apapun yang sedang dilakukan. Haus akan pujian, butuh pengakuan dan apapun yang dilakukannya ingin diapresiasi.
Itulah isi ungkapan kepada semua teman yang telah meninggalkan dan terima aku apa adanya kembali. Menghirup dunia bebas serta mulai merajut pertemanan untuk mengambil pesan di kehidupan yang kelam. Maaf! Aku terlalu mencintainya. Kejujuran hati ini mengetahui ketika pengalamanku sebelumnya tidak baik, tetapi selanjutnya apabila masih ada kesempatan aku akan merubah diri terutama ingin menjauhi setelah berkenalan dengan barang yang dapat membawa ke alam dunia khayalan dan meyebabkan kecanduan. Aku pasti memilih kehidupan penuh kenikmatan dan kepuasan yang tidak berlebihan tapi tidak juga berujung penyesalan. Karena tak menyangka dan terbesit dalam benak pikiran sementara pertama & terakhir yang diharapkan aku ada di sini dibalik dijeruji besi. Inilah tentang sebuah kisah Rendra Samuel Simorangkir.
Mungkin ini merupakan pelampiasan yang dirasakan oleh Sammy ketika tertangkap polisi. Kemudian diungkapkan yang terdiri dari potongan-potongan judul lagu yang disatukan tercampur dari beberapa album, selanjutnya dideskripsikan melalui tulisan yang terlihat beberapa huruf bercetak tebal.
Aku ingin Sammy menjadi penyanyi idola dibanyak para penikmat musik. Aku  bukan orang yang selalu sangat fanatik kepada suatu hal. Ya, seperti banyak diperlihatkan oleh para penggemar yang begitu menggila hanya karena untuk melihat penampilan sang idola. Mengikuti dimanapun bernyanyi, meminta tanda tangan, memegang tangan, menarik kaki, mendekatkan badan, memberi kecupan ciuman, berpelukan hingga mengikuti gaya kehidupan yang katanya terinspirasi darinya. Menurutku tidak selalu berlebihan seperti itu hingga terjadi melakukan tindakan diluar nalar batas normal. Cukup dengan membeli karya dan mengambil hal positif. Aku berifikir lebih dari 11 kali jika harus bertemu sang idola dengan harus berdesak-desakkan, menangis, pingsan bahkan hingga nyaris merenggut nyawa. Sempat terbesit dibenakku jika seandainya aku bisa berkaraoke ria bersama Sammy, aku menciptakan lagu untuknya atau Sammy membuatkan lagu untukku. Wah, itu sungguh bahagia rasanya.
Bagaimana jika ceritanya lebih banyak lagi menggunakan judul lagu yang jika digabungkan lebih dari 1 album? Nah, ini hanya sepenggal kisah Sammy mantan vokalis group band kerispatih. Buku di atas merupakan kumpulan beberapa penulis beserta hasil karya punyaku. Untuk mengenai ROYALTI/ hasil penjualan buku seluruhnya akan disumbangkan ke panti asuhan di daerah Tangerang atau Jakarta selatan. Ada yang mau kasih saran tentang panti asuhan sekitar sana?
By: Ishmah Azhar